puisi untuk bapak



BAPAK
Angina yang menelisik
Seakan berbisik ditelingaku
Mengingatkan ku
Akan ketidak hadiran mu
Menemani hari hariku

Masih teringat bahkan terbayang jelas
Saat masik ku kecil
Bercanda riang
Bercerita
Bercengkrama
Sedih bila ku ingat itu

Rasa bersalah kembali dating
Bila teringat untuk terakhir kali
Aku melihatnya
Terbaring lemas karana sakit
Ya di ICU itu aku melihat muka pucatnya
Masih teringat bunyi mesin medis yang selalalu berbunyi
Yang selalu membuat khawatir
Sehingga selalu ku pandangi walau aku berada di sisinya
Seakan aku lebih peduli bunyi mesin itu
Dari pada dia yang terbaring lemas

Segala upaya tlah dilakukan
Tapi tuhan berkehendak lain

Di saat itu aku coba menulis puisi untuknya
Tapi saying blum sempat ia dengar puisi itu
Dia tlah berpulang tanpa pesan
Dan isyarat yang dating

Sedih ….
Menyesal…
Itu akhir cerita ini
Bapak semoga kau bahagia
Di tempat kekal mu
Ya Allah berilah tempat yang terbaik untuk nya
Aamiin… ya Rab
(Ngr, 22 April 2017)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng dua pahatu lalis" Hihid Kabuyutan"

sisindiran paturay tineung p2

sambutan pembina upacara dalam menghadapi un