perjuangan tuk suami terkasih

                                 Perjuangan tuk suami terkasih

   Memang benar ternyata rasa sayang bisa mengalahkan segalanya bukan sesuatu yang klise pengalaman bisa membuktikannya. Perjuanganku tuk suami tercinta mungkin akan selalu membekas dalam batin ini. Rasanya ingin menangis jika mengingat waktu itu ketika aku berjuang, segala rasa telah aku alami dari sesak, cape, resah, gelisah, kesal, marah, khawatir, sakit hati,  senang, gembira bahkan banggapun aku rasakan.
       Perjuanganku bukan hanya sekali bahkan berkali kali perjuangan pertamaku terjadi di bulan Juli 2014 itu saat bulan penuh berkah ya bulan Ramadhan. Masih jelas terbayang diwaktu berbuka saat kami berucap syukur telah selesai melewati pajar sampai terbenam matahari, dari subuh sampai isya. Saat aku dan anakku sedang menikmati hidangan berbukatiba tiba kami ttersentak dengan jeritan suami yang membelah atap rumah aku merasa yakin dia begitu kesakitan karena aku tau dia orang yang terkuat yang pernah ku kenal kalau tak sakit sangat tak ada keluhan sakit yang keluar dari bibirnya..... aku panik berlari ke luar rumah dengan setengah menjerit meminta, meronta para tetangga supaya menolong. Memang Allah tak tidur Dia selalu menolong umatnya karena sayangNya kami bisa sampai di rumah sakit dengan cepat. Walau aku selalu merasa ngeri kalau mengingat waktu itu seperti orang gila sepanjang perjalanan ke rumah sakit aku menjerit meminta orang yang ada disepanjang jalan tuk menyingkir supaya memberi jalan mobil yang membawa yang tersayang supayang cepat sampai di rumah sakit. Tiga malam tiga hari hanya bisa menonton tak bisa menolong yang yang terkasih meradang sakit yang teramat sangat.  dari masuk UGD para medis saling beradu mulut sakit aoa gerangan dia. Tak lama berselang sakit gerd, penyakit aneh dan baru terdengar telinga ini. Lima hari seakan lima bulan menunggui dia di rumah sakit tak betah pengal hati pun telah ku alami tuk menggu kesembuhannya.
       Perjuangan ke dua  ku lewati saat dia harus diopresi karena batu dalam ginjalnya lebih berat dan banyak menguras air mata duh sakit dan lebih perih perjuangan ke dua ini. Selepas maghrib aku mengantar suami yang tercinta ke pintu kamar operasi masih ada canda ketika masuk bahkan akupun dihadiahi ciuman di kening rasanya beda lebih manis dari ciuman dikening yang biasa dia berikan bahkan jadi kenangan yang membekas. Lama kami menunggu dia di ruang tunggu operasi tak seperti yang lain, tak seperti yang diharapkan hadiah dari kecemasan yang telah dialami berita yang menbuat jantung ini setengah berhenti setelah tau dia tak segera bisa masuk kamar rawat tapi malah HCU. Aduh spotan manusia biasa malah menyalahkan yang Maha Pengasih su'udhon kenapa ini dialamiku. Gelisah resah bahkan sesak karena dia blum juga siuman... terlintas kenangan kemarin saat aku berjuang menuju rumah sakit walau hujan deras bahkan banjirpun tak dihiraukan basah seluruh tubuh tak dihiraukan cepat sampai itu tujuan utama karena ba'da maghribaa dia harus dioperasi aku harus ada sebelum waktunya tiba.
 Alhamdulillah Allah memang tak pernah tidur lagi akhirnya Dia menyelamatkan suamiku lepas dari batu yang selalu menggaguginjalnya. Tak lepas dua perjuangan saja masih ada lagi.
       Perjuangan ketigaku saat aku harus selalu mengantar dia menemui dokter dokternya. Yah rumah sakit umum pasien menumpuk. Antrian panjang tak hanya disatu tempatvtujuan saja, setiap antrian aku alami. Aduh kesal tapi ini sekali lagi perjuanganku tuk dia yang tersayang tak apalah aku lebih baik begini asal dia sembuh, sehat seperti semula.
         Ya Allah apakah perjuangan ku belum selesai? Kenapa yang terkasih masih mengeluh akan badan dan sakitnya yang belum lagi seperti semula. Tapi tak apalah aku pasti akan terus berjuang demi dia yang teekasih. 
             Tapi kalaulah boleh aku bernegosiasi dengan Mu bolehkah kau ijinkan dia sembuh kembali seperti tak peenah sakit angkatlah, sehatkanlah, sembuhkanlah  dia yang terkasihku kabulkanlah ya Allah. Panjangkanlah pula umurnya supaya aku masih bisa berbakti padanya lagi.... amin ya robal' alamin.

























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng dua pahatu lalis" Hihid Kabuyutan"

sisindiran paturay tineung p2

sambutan pembina upacara dalam menghadapi un